Cerpen oleh Eileen Agneshia
Ia berlari.
Kakinya terus berlari, menolak untuk berhenti. Seolah-olah ada seseorang yang
berbisik menyuruhnya, badannya untuk terus berlari, menghindar dari bahaya yang
mengejarnya. Bahaya yang berupa makhluk yang sudah mengejarnya sejak tadi.
Dirinya tidak tahu mengapa, tetapi ketika Ia bahkan belum melihat jelas wujud
makhluk yang berupa bayangan hitam besar itu, hanya ada satu yang ada di
pikirannya, yaitu lari.
Kegelapan dan kabut
menyelimutinya, membuat pandangannya semakin kabur, dan wujud makhluk yang
mengejarnya semakin tidak jelas. Sunyi mengelilinginya, hanya suara hembusan
nafas miliknya dan geraman makhluk itu yang dapat terdengar. Dan rasa gugup
serta takut, memeluknya. Membuat hatinya semakin berdebar kencang.